Rabu, 03 Juni 2020

Cara merawat Turbo charger

Bagi para pemilik kendaraan berat yang menggunakan piranti turbo charger pada mesinya, atau para pengemudi yang menggunakan unit yang sudah mengadopsi piranti turbo alangkah baiknya bila memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara merawat mesin secara mandiri terutama piranti turbo ini.

Dibawah ini adalah contoh gambar turbocharger.

Dalam merawat piranti turbo ini sebenarnya tidak terlalu sulit dan tidak memerlukan biaya mahal. hanya perlu membiasakan diri dalam memperlakukan unit yang kita kemudikan.
Akan tetapiu bila perawatan turbo ini tidak kita lakukan, maka efek jangka panjangnya akan sangat tidak bagus untuk piranti turbo ini. mengingat harga piranti turbo ini relatif sangat mahal, alangkah baiknya kalau kita bisa merawatnya secara mandiri.


Berikut adalah beberapa langkah merawat turbo pada mesin mobil kita.

1. selalu menjaga kebersihan saringan udara.
    saringan udara ini sangat berperan penting dalam menjaga kebersihan udara yang masuk kedalam ruang bakar mesin. Mengingat udara yang masuk ke ruang bakar akan melewati turbo, maka kebersihsnya harus selalu dijaga. efek bila saringan udara tidak dijaga kebersihanya bisa mengakibatkan turbin pada compressor housing turbo akan mengalami kerusakan. dalam kasus tertentu, bila saringan udara sampai robek, maka akan ada kemungkinan partikel kecil atau benda asing bisa lolos dan akan melewati turbin kompressor turbo hal ini akan mengakibatkan turbin cepat rusak dan akhirnya dorongan udara menjadi kurang kuat dan akan berpengaruh pada tenaga mesin.

2. Selalu melakukan penggantian oli secara berkala
    Piranti turbo membutuhkan pelumasan yang sangat bagus, hal ini dikarenakan putaran shaft turbo bekerja sangat keras. contohnya ketika mesin berada pada kisaran 3000 Rpm, maka shsft turbo bisa berputar hingga 80 ribu Rpm bahkan bisa lebih. sehingga pelumasan yang baik akan bisa menjaga daya tahan material turbo seahingga akan lebia awet. 
Gunakanlah oli dengan kualitas yang baik dan lakukan penggantian oli secara berkala. jangan lupakan juga penggantian filter oli, mengingat filter oli juga memiliki batas masa pakai.

3. Sebelum mematikan mesin, selalu membiarkan mesin dalam keadaan idlle ( stasioner ) selama                beberapa saat.
    Kembali ke point 2. bahwa piranti turbo memerlukan pelumasan yang sangat bagus, maka ketika kita akan mematikan mesin kita harus membiarkan mesin dalam keadaan stasioner beberapa saat sebelum benar benar mematikan mesin. hal ini dikarenakan ketika kita mematikan mesin dalam keadaan baru saja menginjak pedal gas, maka oli yang di pompa ke turbo akan secara spontan terhenti. akibatnya pelumasan pada turbu juga terhenti. Padahal pada turbo masih ada sisa putaran yang cukup kencang akibatnya shaft dan bushing pada turbo tidak memiliki cukup pelumasan sehingga bisa cepat aus.
maka tinggalkan kebiasaan lama menginjak pedal gas dalam dalam sebelum mematikan mesin.
bila komponen turbo tersebut rusak, akibatnya sangat fatal.
mesin bisa boros oli dan tenaga akan berkurang drastis. parahnya kalau pemilik kendaraan tidak rutin mengontrol level oli, maka akan ada kemungkinan oli akan habis di tengah perjalanan dan mesinpun bisa dipastikan akan rusak.

4. Bila terdapat oli pada saluran udara setelah melewati turbo, segeralah bawa ke bengkel kepercayaan anda untuk melakukan pengecekan lebih lanjut.

demikian beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk merawat turbo 
mengingat harga sparepart turbo sangat mahal, maka rawatlah kendaraan anda.
terimakasih semoga bermanfaat.

kunjungi link di bawah untuk melihat videonya.


Cara merawat Turbo charger

Bagi para pemilik kendaraan berat yang menggunakan piranti turbo charger pada mesinya, atau para pengemudi yang menggunakan unit yang sudah ...